STRATEGI PENGEMBANGAN PARIWISATA KEBUNAGUNG BERBASIS BUDAYA DAN KEARIFAN LOKAL

Penulis

  • Abshoril Fithry Fakultas Hukum, Universitas Wiraraja Penulis
  • Sjaifurrachman Fakultas Hukum, Universitas Wiraraja Penulis
  • Imam Rofiqi Fakultas Hukum, Universitas Wiraraja Penulis

Kata Kunci:

Pariwisata, Budaya, Kearifan Local

Abstrak

Banyak potensi yang dimiliki oleh Kabupaten Sumenep yang sudah hampir habis dimakan zaman sehingga apabila tidak dipertahankan maka budaya dan kearifan lokal yang ada akan semakin hilang. Kabupaten sumenep saat ini sedang membangun wisata kota wisata dengan semboyan Visit Sumenepnya, Sumenep selain dikenal oleh masyarakat luar sebagai kota garam juga dikenal dengan sebutan kota keris, hal ini tidak bukan tanpa alasan dikarenakan di Kabupaten Sumenep terdapat sebuah desa yang dikenal dengan sebutan desa keris yaitu Aeng Tong-tong. Selain dikenal dengan para pengrajin kerisnya(1), Sumenep juga dikenal dengan wisatanya yang beraneka ragam, seperti Masjid Agung, Museum, Gili Labak, Pantai Sembilan, Pantai Lombang, Gili Iyang, Pulau Sapeken, Pantai Slopeng, Pulau Sepudi, Kepulauan Masalembu, Bukit Tinggi Daramista, Gili Genteng, Gili Pandan, Pantai Ambunten, Pulau Mamburit, Pantai Badur, Air terjun Dhurbugan, Pantai Ropet, Air Terjun Duko, dan masih banyak lagi yang tidak kalah menarik dari wisata-wisata tersebut. Selain itu juga budaya seperti Nyadar, musik tong tong dan lain sebagainya harus tetap dilestarikan agar wisata di kabupaten sumenep semakin berkembang. Desa Kebunagung sendiri mempunyai wisata yaitu asta tinggi, bendungan sungai kebunagung serta wisata gua jeruk.

Diterbitkan

2026-04-28