PEMBERDAYAAN PENGRAJIN KERIS MELALUI PENDAMPINGAN ARTIFICIAL INTELLIGENCE DAN DIGITAL BRANDING DALAM MENINGKATKAN DAYA SAING UMKM BERBASIS WARISAN BUDAYA

Penulis

  • Fathorrahman Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Wiraraja Penulis
  • Nurdody Zakki Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Wiraraja Penulis
  • Moh. Kurdi Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Wiraraja Penulis

Kata Kunci:

Artificial Intelligence, Digital Branding, Keris, Pemberdayaan Masyarakat, UMKM

Abstrak

Kerajinan keris di Kabupaten Sumenep merupakan warisan budaya takbenda Indonesia yang memiliki nilai historis, filosofis, artistik, dan ekonomi tinggi. Namun, sebagian besar pengrajin masih menghadapi permasalahan berupa rendahnya literasi digital, belum terbentuknya identitas merek yang kuat, serta terbatasnya pemanfaatan media digital sebagai sarana promosi dan pemasaran. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan meningkatkan kapasitas pengrajin keris dalam memanfaatkan Artificial Intelligence (AI) dan digital branding berbasis warisan budaya untuk memperkuat daya saing UMKM. Program dilaksanakan menggunakan pendekatan Participatory Action Research (PAR) melalui lima tahapan, yaitu analisis kebutuhan, pelatihan AI, pendampingan digital branding, implementasi dan monitoring, serta evaluasi program. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa mitra mampu memanfaatkan AI untuk menghasilkan deskripsi produk, meningkatkan kualitas foto, dan menyusun konten promosi secara lebih efektif. Program juga menghasilkan luaran berupa identitas merek, katalog digital, akun media sosial bisnis, serta materi promosi berbasis AI yang mulai diterapkan dalam pemasaran produk keris. Selain peningkatan kompetensi digital, terjadi perubahan perilaku mitra dari semula skeptis terhadap teknologi menjadi lebih terbuka dan aktif memanfaatkan media digital sebagai strategi pemasaran. Keberhasilan program didukung oleh tingginya partisipasi mitra, pendekatan pendampingan yang berkelanjutan, dan kolaborasi dengan pemangku kepentingan, sedangkan kendala utama meliputi keterbatasan akses internet dan lambatnya adaptasi teknologi pada sebagian mitra lanjut usia. Program ini menunjukkan bahwa integrasi AI dan digital branding berbasis nilai budaya mampu meningkatkan kapasitas pemasaran digital sekaligus memperkuat daya saing UMKM kerajinan keris secara berkelanjutan.

Diterbitkan

2026-07-13